A Year Letter

Banjarbaru, 13 Juni 2013

To the future you,

Dear Luhan, aku menulis ini pada tanggal 13 Juni 2013. Saat ini sedang hujan, langit malam begitu gelap dan dingin lumayan menusuk—membuatku bersembunyi di bawah selimut. Apa yang sedang kau lakukan hari ini? Fansigning di Jamsil? Sepertinya aku ketinggalan banyak hari ini karena aku tidak stay di twitter T_T menjadi fan internasional tidaklah mudah. Huff… hanya bisa merasa dekat melalui foto-foto dan fan-account. Tapi, itu cukup kok untuk membuatku bahagia.

Our precious Luhan, it’s hard to not fall for you. You should agree with me!

Aku membicarakan ini dengan beberapa orang temanku, bagaiman kami sama-sama tidak pernah merasa begitu terikat pada orang yang kami idolakan. It’s like got hurt when you hurt, smile when you’re feeling so happy and sad along with you. Seperti merasa dekat, bukan secara fisik. Ada saatnya aku menyerah dan berhenti menyukaimu, tapi gagal. Kau seperti sudah menjadi bagian yang nyata tapi tidak nyata. Ah, ini semua seperti sebuah mimpi yang membuatku tidak ingin terbangun. Tapi bukankan hidup dan kenyataan yang harus kita peluk dan jalani?

Dear Luhan, aku bertanya, apakah ada satu saat aku akan berhenti menjadi fangirl yang berteriak lantang tentang cinta untukmu? Apakah ada satu saat dimana kehidupan memaksaku untuk meninggalkan my fangirl life ini? Apakah ada saat dimana ketika pikiranku sudah penuh sesak oleh orang-orang disekitarku? Tentu ada. Dan saat itu terjadi, aku ingin mengingat bahwa ada seorang pria bernama Luhan yang pernah aku suka.

Aku mengatakan ini, aku menyukaimu, mencintaimu, seperti itu yang aku katakan, tapi rasa ini berada pada ruang yang berbeda. Bukan, ini bukan rasa suka atau cinta yang delusional. Ini nyata. Tapi aku memiliki ruang sendiri yang aku persiapkan untuk orang yang dengannya aku jalani hidupku. Bohong jika aku tidak pernah berpikir atau berharap kau yang menempati ruang spesial itu. Tapi ya, aku hanya ingin terbangun, dan menatap dengan mata terbuka. Walau aku masih berharap kamu orang spesial itu.

Aku tidak akan melupakanmu. Tidak. Kau masih berada pada ruang yang sama. Dan ingatlah, ketika saat itu tiba, ketika twit dan blogku tidak lagi penuh namamu, bukan berarti aku melupakanmu. You’re still there. Aku hanya harus menjalani hidupku. Hingga satu saat ketika seseorang menyebut namamu, aku akan tersenyum dengan senyuman yang sama.

Deer of the dawn~ aku tidak tahu apa yang sedang aku tulis saat ini. Oke, mungkin aku hanya sedang merasa down atau feeling blue. Heoool~ aku hanya ingin menulis apapun itu yang muncul dipikiranku.

Hidup tidak mudah. Tapi Lu, kau memberiku kekuatan. Ketika aku ingin menyerah, aku ingat bagaimana kau tidak pernah menyerah pada mimpimu dan lihatlah apa yang kau capai sekarang. Ketika aku ingin menangis, aku ingin bagaimana kau menahan air mata saat berbicara tentang rindumu pada orangtuamu di Sukira waktu itu. Ketika aku merasa orang-orang di sekitarku begitu menyebalkan, aku ingat bagaimana kau tetap tersenyum walaupun kau di dorong-dorong di bandara.

Hidup tidak pernah mudah. Menunggu terkadang melelahkan. Tapi kita menemukan banyak arti di balik semua itu. Thanks Luhan for giving me this beautiful meaning.

Setahun dari hari ini, aku harap kau menerima suratku dan membacanya. Aku ingin kau tahu ada setangkai bunga kecil di antara ratusan bunga lainnya, bunga yang terkadang terinjak, tertiup angin, tertempa hujan. Tapi bunga kecil itu tetap bertahan hidup. Bunga itu aku. Your number one fans ^^

Setahun dari hari ini, aku tidak tahu aku akan berada dimana. Mungkin aku sedang berada di satu negara lain, jauh dari orangtuaku, berkutat dengan puluhan penelitian (itu yang aku impikan). Jika itu terjadi mari kita bertemu di antara tulip di Amsterdam. Atau aku masih berkutat di depan komputer dengan klien-klien yang terkadang menyebalkan. Jika yang ini terjadi, mari bertemu di Indonesia. Hei, bukankan Kris berkata EXO kan mengadakan world tour di sekitar pertengahan 2014? Let’s met. Aku akan berteriak paling lantang.

Setahun dari hari ini, aku ingin melihat Luhan yang sama. Luhan yang paling manly di EXO. Luhan yang selalu tersenyum. Luhan yang kuat dan menyayangi member EXO lainnya. Luhan yang selalu mengkhawatirkan fans dan mengucapkan kata yang hangat.

Setahun dari sekarang, Luhan it’s okay to cry sometimes. It’s okay to lean to us. It’s okay untuk berbagi sedihmu. Kamu memberi bahagia, dan tidak masalah kita berbagi sedih bersama. Kami, your fans, akan selalu ada untukmu. We’re ONE, and you’re not alone.

LUHAN!!! Ingin rasanya aku berteriak lantang seperti itu. Aku tidak yakin kau akan mendengarnya. Seperti sudah cukup hanya aku yang bisa mendengarmu.

Luhan, setahun dari sekarang, mari hidup lebih bahagia.

Mungkin kau akan bertanya, apa maksud dari surat panjang lebar ini? Oke, ini hanya celotehan tidak jelas seorang fan. Tapi, ini mengingatkanmu ada seorang fan sepertiku. Fan yang menganggapmu bagian hidupnya.

Luhan, setahun dari sekarang apakah kau akan mengucapkan “hello” dan tersenyum ketika mata kita bertemu pandang?

Setahun dari sekarang aku akan menemukan jawaban itu.

Setahun dari sekarang aku masih mencintaimu. Sekali lagi, mari hidup lebih bahagia!

Love, xoxo

@violetkecil

——

Note: Ini surat yang aku tulis setahun lalu, yang rencananya ingin dikirim, tapi sampai sekarang masih terselip di antara tumpukan kertas, jadi aku putuskan untuk di-post di blog ini, hitung-hitung mengisi blog yang sunyi senyap. Ini surat ‘alay’, yang ketika aku baca ulang agak bikin malu sendiri. Banyak yang terjadi dalam satu tahun belakangan sejak aku nulis surat ini. Aku masih masih berkutat dengan klien-klien menyebalkan, mengubah mimpi ingin belajar Geoteknik di Belanda jadi pengen belajar fashion. Semangat yang menggebu-gebu ingin ke Korea berubah jadi ingin pergi ke Jepang (inginn ketemu Fukushi Sota dan Chiba Yudai!!!) Dan, Luhan… Ia menemukan kebahagiaannya, dengan cara yang sedikit membuat luka di hatiku (apa ini?), tapi yang paling penting Luhan bahagia. Mungkin aku harus menulis surat untuk Luhan di tahun depan?

Iklan

Satu pemikiran pada “A Year Letter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s