What is your name?

what is your name?

Note: Drabble set. 12 drabbles featuring all EXO member. Part 1 of my upcoming book project. A snippet because I need your feedback girls! So give me your comments please~

“Aku ingin mengeja namamu. Mengecap manisnya di ujung lidah.”

01

Luhan memegang buku bersampul coklat. Mengeja nama dengan tulisan Korea yang tercetak di halaman depan. Hana. Ia meletakkan buku itu di atas meja sambil menyusun beberapa buku yang tergeletak di salah satu meja perpustakaan. Ia yakin pemilik buku itu akan mengambil buku yang tertinggal. Dugaannya benar, tidak berapa lama kemudian seorang gadis dengan rambut lurus berjalan cepat memasuki perpustakaan. Gadis itu berpapasan dengan Luhan.
“Sebentar, siapa namamu?” tanya Luhan tiba-tiba menghentikan langkah gadis yang masih tampak mencari sesuatu.
Gadis itu memandang Luhan bingung, “Hana. Lee Hana,” jawabnya kemudian.
Luhan tersenyum dan kemudian mengambil buku dengan nama yang sama tercetak di halaman depan. “Hana, ini buku yang kau cari?” Luhan menyodorkan buku itu.
Senyum cerah terukir di wajah gadis itu. “Iya. Terima kasih.”
Luhan hanya menjawab dengan senyuman. Bibirnya bergumam berulang-ulang ketika punggung gadis itu menghilang di balik pintu.
“Hana. Hana. Hana.”

 

02

Baekhyun selalu mengingat wajah yang rutin datang ke kafe tempatnya bekerja paruh waktu. Ia bisa mengenali wanita muda yang selalu datang dengan anak berumur lima tahun. Pria paruh baya yang selalu memesan kopi hitam. Seorang remaja yang datang selepas jam sekolah usai dan selalu tersenyum malu setiap Baekhyun menanyakan pesanannya. Dan yang paling ia kenali adalah seoang gadis dengan senyum hangat. Gadis yang mencuri perhatiaanya sejak pertama kali lonceng kecil di atas pintu berbunyi ketika gadis itu memasuki kafe.
Hari ini gadis itu pun datang. Baekhyun memasang senyuman. Menghampirinya dan siap menanyakan apa saja yang akan dipesan.
“Maeri.”
“Huh?”
“Maeri namaku jika kau ingin tahu.”
Wajah Baekhyun memerah. Gadis itu pasti melihat tingkahnya yang terang-terangan menununjukkan ketertarikan. Atau? Oh God. Baekhyun ingat kemarin Chanyeol menggodanya karena tidak berani menanyakan nama gadis itu. Dan itu terjadi saat Maeri—gadis itu baru memasuki kafe. Dan satu lagi, suara berat Chanyeol tidak pernah pelan.

 

03

Jongin menarik nafas panjang sebelum memasuki pintu dan menuju meja pendaftaran. Ini pertama kalinya ia mengikuti kompetisi menari. Dalam hati ia meruntuki Sehun, ia terpaksa mengikuti kompetisi ini karena kalah taruhan dengan juniornya itu. Ia memang suka menari, tapi ia tidak suka mengikuti kompetisi dan menjadi satu-satunya pusat perhatian di atas panggung. Ia mengambil formulir pendaftaran dan menuju salah satu meja yang disediakan panitia.
Kim Jongin, tulisnya di baris isian nama. Ia kemudian menoleh—bermaksud melihat-lihat suasana sekitarnya. Ada mata yang sedang menatapnya dan bibir terbuka—seperti ingin mengucapkan sesuatu. Aneh, tapi Jongin tidak bisa mengalihkan tatapan matanya. Sederhana, karena mata bulat yang sedang menatapnya begitu indah.
“Permisi, kau punya pulpen?” tanya gadis pemilik mata indah yang berhasil menghipnotis Jongin.
Jongin mengangguk. Mencari pulpen cadangan di dalam tas dan menyerahkan pada gadis itu.
“Terima kasih.”
Jongin tidak bisa mengeluarkan suara. Ia melirik dari ekor mata. Dilihatnya gadis itu menuliskan nama ‘Shin Joo Hyun’ di baris isian nama.

 

04

“Maaf bisa aku meminjam ponselmu?”
Suho menoleh dan setengah terkejut pada pertanyaan itu. Ini hari pertama ia kuliah dan ia tidak mengenal satu orang pun di kelas itu, dan tiba-tiba seorang yang asing ingin meminjam ponselnya. Gadis yang tadi bertanya sepertinya melihat ekspresi ragu di wajah Suho.
“Maaf, aku tidak sengaja meninggalkan ponselku di kamar dan aku ingin memberitahu teman sekamarku untuk membawakannya.”
“Oh, ini,” sahut Suho kemudian. Singkat. Ia mengambil ponsel dari saku celana. Ia memperhatikan gadis itu mengetik pesan di layar ponsel dengan cepat.
“Ini. Terima kasih,” ujar gadis itu dengan nada riang. Suho merasa ada sengatan listrik tiba-tiba ketika mendengar suara riang yang diiringi dengan senyum lebar.
“Tunggu,” ucapannya menghentikan gadis yang mulai beranjak dari duduk itu.
“Siapa namamu?”
Gadis itu mengangkat alisnya.
“Eeer, agar aku bisa menyimpan nomor ponselmu dengan nama dan siapa tahu temanmu akan membalas pesanmu tadi.”
“Lee Minah,” sahut gadis itu kemudian. Masih dengan senyuman yang Suho suka. “Tapi itu tadi bukan nomorku.”
Wajah Suho memerah setengah malu.

 

05

Wufan, ia biasa dipanggil oleh teman-temannya ketika ia masih di Guangzhou. Kevin, ketika ia tinggal di Kanada. Dan sekarang ia berada di Seoul. Ia memikirkan nama panggilan yang terdengar lebih cool. Ia berjalan menuju sebuah kafe sambil memikirkan nama itu.
“Chris!!!”
Suara lantang hampir membuatnya tersandung batu. Ia mencari-cari sumber suara yang ternyata adalah seorang gadis. Gadis itu tampak sedang mengejar seorang anak laki-laki berusia lima tahun. Ada keringat di dahi gadis itu, tapi juga ada senyuman terukir manis di sana. Ia tidak sadar terus memperhatikan gadis itu hingga menghilang di salah satu belokan.
“Kris. Nama yang bagus.” Pria bertubuh tegap itu tersenyum. Membayangkan nama panggilan barunya itu terlontar dari bibir manis gadis yang ia lihat tadi.

 

06

Sehun pikir bekerja paruh waktu di bubble tea shop tidaklah melelahkan. Ia bisa melihat tawa riang anak-anak kecil dan yang pasti ia bisa mendapatkan minuman kesukaannya itu dengan gratis.
Siang itu Sehun cukup kewalahan melayani anak-anak TK yang berceloteh riang dan saling berebut. Tapi ia masih memasang senyum khasnya karena ia menyukai anak-anak.
“Oke, jadi siapa yang mau rasa cokelat?”
Sepuluh anak mengangkat tangan.
“Strawberry?”
Lima anak mengangkat tangan.
“Rasa taro?”
Hening sesaat dan kemudian ia mendengar suara lembut.
“Aku.”
Sehun menoleh dan baru menyadari ada seorang gadis berdiri di dekat gerombolan anak-anak itu. Dan satu padangan mata cukup membuat jantung Sehun berdetak cepat.
“Ibu Guru selalu suka rasa taro.”
Sehun tersenyum dan mengingat itu. Besoknya ketika sosok itu masuk ke toko bernuansa ceria dan tanpa anak-anak, wajah Sehun tetap tersenyum cerah.
“Ibu Guru, taro bubble tea?” tanya Sehun.
That’s Hyeri.”
“Ibu guru Hyeri?” goda Sehun. Ia mendapatkan pelototan yang Sehun pikir sangat menggemaskan.

 

07

Jongdae berjinjit—melihat papan pengumuman dengan susah payah. Salahkan orang-orang yang berdiri di depannya dan bertubuh jangkung. Samar ia melihat deretan nama. Ia mengikuti seleksi untuk paduan suara kampus, dan ia berharap namanya ada di sana. Sangat berharap karena ia menemukan seorang gadis yang menarik perhatiaannya saat seleksi kemarin.
“Aduh, aku tidak bisa melihat,” keluh seorang gadis di sampingnya. Gadis itu setinggi pundak Jongdae.
“Siapa namamu?” tanya Jongdae tanpa menoleh.
“Yoon Han Byul.”
Jongdae membaca satu per satu nama, sambil mencari namanya juga. Tentu dengan susah payah. Dan untunglah nama gadis itu berada tepat di bawah namanya.
“Selamat kamu lolos—“ucapnya tersendat karena ternyata gadis itu adalah gadis yang sama. Gadis dengan cardigan merah muda. Gadis yang mencuri perhatiannya. Jongdae tidak bisa mengeluarkan suara lagi.

 

08

Minseok menggerakkan jari tangan. Jarinya kaku karena sejak pagi tadi ia memasukkan data nama mahasiswa dan judul buku. Ia menjadi staff paruh waktu di perpustakaan kampusnya dan Minseok sedikit menyesali keputusannya itu. Ia membayangkan saat ini berada dengan nyaman di kafe atau bermain bola dengan Luhan. Ia masih menggerutu dalam hati sambil melanjutkan mengetik.
“Permisi, dimana aku bisa menemukan buku ini?” Seorang gadis bertanya sambil menyodorkan kertas yang bertuliskan nama buku.
Pria dengan pipi sedikit chubby itu kemudian mengetikkan judul buku. Hasil keluaran di layar komputer menunjukkan buku itu sedang kosong karena semuanya dipinjam mahasiswa.
“Maaf, semua buku dengan judul ini sedang dipinjam.”
“Benarkah?” ada nada kecewa dan Minseok menjadi tidak tega. Minseok kemudian ingat biasa ada stok buku tambahan yang tidak dipinjamkan. Ia akan merayu kepala perpustakaan untuk meminjamkan buku itu padanya.
“Bisa kamu tulis nama dan nomor ponselmu? Aku akan menanyakan lagi ke kepala perpustakaan dan aku akan memberitahumu. Bagaimana?”
“Benarkah?” kali ini dengan nada riang. Minseok tersenyum.
Kim Minyeong, bacanya dalam hati.

 

09

Ibu kyungsoo memiliki toko kue dan selepas kuliah ia selalu membantu Ibunya menjaga toko. Ia suka menata dan melihat potongan-potongan kue yang di pajang di dalam kotak kaca. Dan terkadang jika sedang tidak banyak pengujung ia akan membantu Ibunya menghias pesanan kue ulang tahun. Ia selalu tersenyum ketika melihat hasil akhir kue dan memikirkan orang yang mendapatkan kue itu pasti akan tersenyum semakin membuatnya senang. Sore itu setelah mengantar pesanan, ia mendapati seorang gadis sedang melihat-lihat kue.
“Boleh aku memesan kue ini?” tanya gadis itu sambil menunjuk kue ulang tahun dengan hiasan cokelat.
“Tentu. Pesanannya atas nama siapa?”
“Shin Jiyeon.”
“Kata-kata apa yang kau mau untuk di kue?”
Happy birthday Shin Jiyeon.”
“Eh?” Kyungsoo menatap gadis itu heran.
“Kenapa? Tidak boleh memesan kue ulang tahun untuk diriku sendiri?”
“Tidak apa-apa,” pria itu menggelengkan kepala sambil mengulum senyuman. Gadis yang menarik, pikirnya.

 

10

Tao memperhatikan tulisan yang sangat asing di papan tulis. Ini hari pertama ia mengikuti kelas tambahan. Dan ia bingung kenapa ia harus mengambil Bahasa Korea sebagai kelas tambahan. Rangkaian huruf-huruf itu terlalu membingungkan untuknya.
“Ta-o,” ejanya. Ia menggigit ujung pulpen. Memikirkan seperti apa harus menuliskan namanya. Ia tidak memperhatikan bahwa gadis yang duduk di sampingnya sedang memperhatikannya. Gadis itu terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Tao.
“Ini, seperti ini,” bantu gadis itu. Menuliskan nama Tao. “Mudah, kan?”
Tao tidak berkedip. Ia baru menyadari ada gadis yang begitu cantik sejak tadi duduk di sampingnya.
“Dan namaku seperti ini. Jung Haneul.”
Tao berusaha mengingat nama itu dan cara mengucapkannya.

 

11

“Zhang Yixing!”
“Aku sudah bilang, cukup panggil aku Lay. Lay. L-a-y.” Pria bernama asli Zhang Yixing dan berdarah Cina itu melotot kesal pada seorang gadis yang sejak tadi mengikutinya. Pertama kalinya ia kesal pada seorang gadis. Bagaimana tidak, mahasiswa transfer yang bisa dibilang cukup cantik itu terus menempel pada Yixing—atau Lay, hanya karena pria itu menolongnya di kelas.
“Kau mau kemana?”
“Ruang musik.”
“Kau penyanyi? Memainkan piano? Menulis lagu?”
“Kau berisik.”
“Suatu saat kau pasti akan mengeluarkan album. Nah, jangan lupa menulis namaku di lembar terima kasih. Ingat itu! Min Hyorin. Kau harus menulis namaku.”
Yixing membayangkan diri membenturkan kepala di meja. Ia tidak ingin mengingat nama itu. Tidak pula ingin menuliskannya. Sedikit yang pria itu tahu, nama gadis itulah yang bersanding dengan namanya di undangan lima tahun kemudian.

 

12

Ia berharap bumi terbelah dua dan menelan makhluk paling jahil yang bernama Jongdae—yang sedihnya juga sahabat terbaiknya. Ia membenturkan kepala di meja kantin. Dua minggu lagi ada festival musik di kampus dan kemarin Chanyeol kalah dari sahabatnya itu ketika mereka main Winning Eleven. Chanyeol harusnya tahu Jongdae tidak akan memberinya hukuman yang mudah. Ia berteriak kaget ketika Jongdae membisikkan ide gilanya.
“Apa? Menyanyikan lagu What’s Your Name-nya 4minute di depan gadis itu? Kau gila Jongdae?”
Chanyeol hanya mendapatkan gelak tawa.
Dan di sinilah Chanyeol. Di depan seorang gadis yang tampak bingung dengan wajah agak memerah. Chanyeol sendiri sudah mirip kepiting rembus. Ia menyukai gadis itu diam-diam dan Jongdae tahu bagaimana ia tidak berani mendekati gadis itu. Walau untuk sekedar menanyakan nama.
Ia ingin cepat-cepat menghilang dari tempat itu ketika tangan gadis itu menahannya.
“Namaku Kim Jihyo.”
Malam itu Jongdae menutup telinga ketika Chanyeol terus-terusan menyanyikan lirik ‘what’s your name’.

kkeut

ADS: READY STOCK. EXO TSHIRT; XOXO & OVERDOSE DESIGN. ONLY IDR 60.000. CONTACT ME ON LINE: VIOLETKECIL

Iklan

30 pemikiran pada “What is your name?

  1. wah..aku telat banget!! hei aku reader baru salam kenal~
    aku suka bgt bca ini,12 cerita sekaligus~
    paling unik bagiannya si kris..tpi yg entertain bgt yg punyanya lay ama chanyeol..
    sem

  2. Bagian Lay yang paling greget. Aku suka banget sama pasangan yanb bertolak belakang; cewenya cerwet, cowoknya pendiam. Ideal couple! ^-^ Hmm, disini kayaknya cuma Kris yang belum tahu nama gadis yang memberi dia nama (tanpa sengaja). Ff ini ada sequelnya kah? Kalau ada aku mau baca >,<

  3. Anyeong^^ Aku readers baru, aku mampir baru tadi siang tp baru koment sekarang. Mian ya? Wooow. Keren, juga manis. Paling suka pas bagian endingnya LAY. Itu dia nikah kan sma ceweknya? Kerenlah pokoknya… Keep Writing.

  4. HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAA… GREGET BACANYA YAAMPUUUUN. daebak banget deh ah sampe no comment nih ka gatau mau komen apa abisnya-___- kekurangan gada, kalo kelebihan kebanyakan sampe ga bisa diketik wkwkw. pokoknya keren!

  5. woah penasaran sama ceritanya, dari teasernya udh menarik haduh apalagi baca bagian kai, dan ga nyangka disini sehun jd pelayan dikedai bubble tea hahah, si lay kok kocak gitu teasernya yg lain pd sibuk inget nama cwe”ny dia malah frustasi kkk~, aduuuh cwe yg sama dio miris jg sih #senasib hhehe beli kue ulangtahun untuk dirinya sendiri hmmm sediiiih
    hoahhh ditunggu deh next nya smoga seruuuu abissss ya thor! fighting chu~~

  6. Aku ingat pasangan Luhan – Hana,untung bukan Bram – Hana
    itu tuh, fanfict Rain kamu yang belum selesai. Well, berharap bisa ada lanjutannya 😀
    nah kalau adegan kyungsoo – ,aku ingat sama jiyeon itu kaya patrick star cuma patrick itu suka kirim pos buat diri sendri
    oke,ini apa yg mau aku bilang lagi? kayaknya semua komenan diatas uda mewakili

  7. Apa sih yg ga saya dari semua ff seorang violet kecil yg hampir semua ff nya itu berakhir dgn manis banget XD
    Aku suka pas baek sama yeol spt biasa karena aku memang suka ama mereka berdua … hέhέhέhέ …
    Cuma kris yg unik di sini karena dia malah dapat nama panggilan untuknya sendiri di banding nama sang wanita

  8. ff eonni selalu nice and sweet 😀
    suka yang baekhyun (biasku soalnya). yang kris unik. waktu baca yang lay, sampe merinding. yang kyungsoo unyu. yang tao lucu tapi manis. aaaah pokoknya keren deh ff nya eonni! (y) XD

  9. FF-nya manis banget 😀 semuanya manis kak ^^ part-nya Chanyeol tuh selalu lucu kali ya? aku terus bayangin Chanyeol nyanyi What’s Your Name T^T haha, tapi Kris-nya cuma diceritain dapet namanya sendiri? wah, jadi kangen Kris ~_~
    hehe, walaupun aku bukan keluarganya kakak, tapi mohon maaf lahir batin ya (aduh, sumpah ini nggak nyambung banget, tapi kan sebaiknya kaya gini) aku mau minta maaf jadi Silent Reader (ketahuan -_-) sebentar lagi kan juga lebaran 😀
    last, keep writing~

  10. aaaaaa~~~ kenapa sih sweet banget.. dan yg paling greget itu bagian Lay sama Suho.. aiih..
    cuma agak aneh, yg lain dapet nama ceweknya kenapa Kris malah dapet namanya sendiri? Aku pikir bakal dapet nama pemeran cewek nya juga..

    Nice story.. Dan suka cerita nya karena terkadang suka terjadi di kehidupan nyata.. #ehm

  11. hey, good you’re back! I’ve been tweeting all this time just to say how i miss ur writings so bad. btw kak, itu ketahuan banget pilih kasihnya ya, pertama langsung punya luhan xD woooooo, chanyeol kalah winning eleven? badan gede doang doski ehe. (padal sendirinya suka kalah). bagus kak, cuma namanya juga drabble makanya kependekan, aku kangen rain kak 😦 (e, e, eyaaaa)

    • thank you for missing me dear~ I’ll try to update more

      you know, Luhan is my very first onspiration^^

      haruskah aku re-posting rain disini?

      btw, thank you for reading and leave your comment^^

      • hehet btw kak kenapa di bagiannya lay
        pas di baris “Sedikit yang pria itu tahu, nama gadis itulah yang bersanding dengan namanya di undangan lima tahun kemudian.”
        hahay greget abis.
        ngebayangin karakter cewenya yg ga bisa diem gitu ih cocok banget deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s