Flower Love

Don’t love someone like a flower, because flower may die when season change but love someone like a river, because river flows forever.

Namanya Luhan. Ia suka menghabiskan sore dengan berjalan di sepanjang pinggiran sungai Han. Sendiri, kecuali suara musik yang mengalun melalui earphone. Sesekali ia menghela nafas panjang sambil melihat air yang beriak tenang.

“Kapan aku bisa mencintai seseorang seperti sungai?”

Ia memejamkan mata sebentar.

Namanya Yoona. Ia suka menghabiskan sore di toko bunga milik sang kakak. Mengotori tangan dengan tanah. Senyum akan mengembang setiap bunga yang ia tanam merekah cantik. Ia mendekatkan wajah pada kelopak bunga primrose yang mungil dan  menyentuhnya dengan ujung jari.

“Aku ingin mencintai seseorang, tapi tidak mencintainya seperti aku mencintamu,” ucapnya pada bunga yang bisu.

Luhan memasukkan tangan pada saku jaket dan berjalan menuju sebuah toko bunga. Dari jauh ia melihat seorang gadis dengan rambut diikat asal sedang menata pot bunga. Ia menarik sudut bibir.

Chogiyo,” ucapnya lembut.

Ne?” Yoona terkejut dan hampir menjatuhkan pot bunga yang sedang ia pegang. Luhan menangkap pot itu tepat waktu—membuat tangan mereka tanpa sadar saling menyentuh. Mereka sama-sama terdiam.

Luhan tersenyum, “Bunga apa ini?”

“Gardenia.”

“Setiap bunga memiliki arti, bukan?” tanya Luhan sambil berjalan—melihat-lihat deretan pot yang disusun rapi di sisi luar toko bunga itu.

Ne,” sahut Yoona singkat. Ia tidak bisa berkata banyak, karena otaknya sedang sibuk mengirimkan pesan agar jantungnya berdetak lebih tenang.

“Gardenia? Apa artinya?” tanya Luhan—berdiri menghadap Yoona dengan senyuman dan mata besar yang berbinar.

“Gardenia means secret love.”

Yoona berjalan riang di samping Luhan sore itu. Saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Berbagi lagu bersama dan kemudian pergi ke toko bunga. Masih bersama. Yoona akhirnya suka menghabiskan sore di pinggiran sungai sebelum pergi ke toko bunga. Kenapa? Karena Luhan. Ia suka melihat cara pria itu bercerita dan kadang bersenandung pelan. Ia suka melihat ketika pria itu menatapnya dan tersenyum. Ia suka ketika Luhan banyak bertanya tentang jenis-jenis bunga setiap mereka menghabiskan sore di taman kecil di belakang toko.

Luhan mengulurkan telapak tangannya. Menyapu keringat yang jatuh di dahi Yoona dengan belakang telapak tangan yang tidak kotor. Wajah Yoona bersemu merah dan Luhan suka melihatnya.

“Bunga apa ini?” tanya Luhan. Entah pertanyaan yang kesekian kalinya.

Yoona tersenyum sambil menyodorkan pot bunga pada Luhan. Bunga dengan warna yang cantik, “Iris.”

“Hmm, Iris dalam bahasa Yunani adalah pelangi,” celetuk Luhan. Ia pernah membaca itu di salah satu buku.

“Beberapa orang menggunakan bunga Iris untuk mengatakan jika ia ingin menjadi lebih dari sekedar sahabat…” Yoona sadar ia apa yang sudah ia ucapkan. Ia berdehem pelan.

Luhan tertawa kecil melihat tingkah Yoona. Ia menarik tangan Yoona.

Ne?”

“Aku ingin membeli bunga ini. Untukmu Yoon…”

Mata Yoona membulat.

“Maukah kamu lebih dari sekedar seorang sahabat untukku?” tanya Luhan.

Yoona diam. Jantungnya melompat-lompat. Pipinya semakin memerah.

“Do you wanna be my girl?” tanya Luhan lagi. Ia tidak melepaskan pandangan dari wajah cantik Yoona.

Yoona mengangguk, “I do.”

Luhan menggenggam tangan Yoona dengan erat. Begitu sempurna saling melengkapi.

“Yoon, do you know? I love you like a river , because river flows forever.”

“And Luhan, I don’t love you like a flower. Flower may die when season change, but my love is forever.”

Mereka saling tersenyum sebelum Luhan mencium bibir Yoona lembut.

–End–

violetkecil’s note: WB parah dan saya sedang malas melanjutkan beberapa FF, sorry… jadilah double drabble ini^^ hehehe… Kenapa Yoona dan Luhan? Gak tahu juga kenapa, cuma ngerasa mereka sesuai aja *don’t ask more* I’m not fawn (yet) maybe~ Now just read and comment, Okay? Thank you~

Iklan

24 pemikiran pada “Flower Love

  1. ff nya bagus tp sayang terlalu pendek…

    suka kalimat “Don’t love someone like a flower, because flower may die when season change but love someone like a river, because river flows forever.”

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s