Ini Bukan Judul Terakhir

Berapa kali sudah aku mengatakan aku mencintaimu? Berapa kali sudah aku merangkai kata atas nama rindu? Berapa kali sudah aku rasanya ingin meledak hanya dengan melihat senyumanmu?

Ah, aku bahkan tidak menghitungnya. Yang aku tahu, setiap waktunya selalu tentangmu. Jika apa yang kurasakan ini tertuang dalam sebuah cerita, tentu akan menjadi berlembar-lembar cerita manis dengan ribuan judul tak terhitung. Apakah aku telah gila karena terlalu mencintamu?

Jawabannya adalah tidak. Aku mencintaimu. Itu jelas. Bukan sebagai SHINee Onew yang dikenal orang lain sebagai idola berbakat, leader yang bertanggung jawab. Tapi sebagai Lee Jinki, Jinki Oppa yang juga mencintaiku. Yang pertama kali mengulurkan tangan, selalu mendekapku hangat. Membangunkan pagiku dengan senyuman.

Kamu, Jinki Oppa-ku. Judul nyata tanpa akhir untuk setiap cerita yang mengalir hangat ini.

Oppa, memikirkanmu hari ini membuatku merindukanmu lagi. Kau akan datang, kan? Mengurai semua rindu kita seperti yang kau katakan waktu itu? batinku lirih.

Aku memandangi dinding kamar yang dilapisi wallpaper warna merah muda kesukaanku. Jarum jam mengarah pada angka satu. Jam satu pagi lewat lima menit. Aku masih belum bisa tertidur. Kenyataan dengan adanya hadirmu jauh lebih indah, membuatku ingin terus terjaga.

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dan menemukanmu tersenyum dalam bingkai foto yang terletak manis di meja samping tempat tidur. Ah, senyum segaris itu sangat aku rindukan. Dan aku ingat, hari ini aku menemukan fotomu sedang menghabiskan liburan bersama keluarga. Kamu terlihat bahagia dan aku yakin kamu jauh lebih baik.

Oppa, kau harus bahagia. Harus selalu sehat. Dan pastinya kau harus segera menemuiku,” gumamku.

Aku mulai mengantuk. Aku tentu harus tidur karena setumpuk laporan sudah menunggu di pagi hari ini. Tapi, lagi-lagi aku memilih terjaga. Kenapa? Aku masih ingin mempersilahkanmu menguasai pikiranku. Aku ingin merasakan rindu yang meletup-letup ini.

Chagiya!!!

Sebuah pesan singkat. Aku tersenyum membacanya.

Tidurlah. Aku akan hadir dalam mimpimu. Saranghae˜˜

Seperti sebuah benang merah yang mengikat kuat, kamu, Jinki Oppa yang aku cintai, selalu tahu dan bisa membuatku tersenyum hanya dengan sebaris kalimat. Baiklah, aku akan tidur sekarang. Tapi, hei, masih ada hari esok yang jauh lebih indah dan ini bukan judul terakhir dari cerita cinta.

Besok, masih ada cinta, masih ada rindu, yang siap merangkai cerita. 나의 MVP story.

~~

Word count: 361

Day 14, #15HariNgeblogFF

Iklan

7 pemikiran pada “Ini Bukan Judul Terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s