Jadilah Milikku, Mau?

Aku menghembuskan nafas berat. Pelan-pelan agar tidak mengganggu Jinki Oppa yang sedang menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku yakin ada beban berat yang sedang ia rasakan.  Selama ini ia selalu tersenyum dan terlihat kuat. Aku percaya ada saatnya ia merasa rapuh dan saat itulah aku akan ada untuknya.

Oppa?” tanya pelan. “Kita ke apartemenku saja ya?”

“Hmm… Baiklah.”

Ia menegakkan kepala dan berdiri dari duduk. Meraih tanganku untuk berdiri dan kemudian berjalan pelan menuju apartemenku yang tidak terlalu jauh dari taman. Kami melewati jalan yang dingin di antara deretan pepohonan. Ia terus menggenggam tanganku. Erat, seakan tidak ingin melepaskanku dan hanya ingin menjadikanku miliknya seorang.

Aku mengingat kata pertama yang ia ucapkan di pertemuan kami yang kedua. Pertemuan yang tidak direncanakan. Dan kata pertama yang ia ucapkan mampu membuat jantungku berdetak cepat di luar kendali.

“Aku tahu ini aneh, tapi aku harus mengatakan ini sebelum terlambat. Do you wanna be my girlfriend? Please… Jadilah milikku, mau kan?” ucap Jinki Oppa lembut.

Satu kalimat yang Jinki Oppa ucapkan waktu itu—yang tidak pernah aku duga. Membayangkannya saja pun aku tidak berani. Tapi ia mengatakan itu. Di backstage konser. Di antara teriakan fans yang tidak mengetahui apa yang terjadi di balik panggung. Aku jatuh lemas dan jatuh cinta padanya sejak ia menolongku.

Dia—Jinki Oppa yang mengulurkan tangan hangatnya untukku. Aku rela terjatuh dalam cintanya. Perkenalan yang singkat, tapi kami pasti akan memiliki waktu untuk lebih mengenal.

“Yes, I do.”  Dan, kau juga akan jadi milikku.

Pintu apartemen sudah terbuka dan ia menarikku ke dalam dan menutup pintu di belakang dengan cepat. Hanya ada kehangatan di ruangan itu. Hanya ada kami berdua. Dia milikku. Aku miliknya.

~~

Word count: 273

Day 5, #15HariNgeblogFF

Iklan

17 pemikiran pada “Jadilah Milikku, Mau?

  1. wahh johayo..
    eh.. blum knln.. hihihi… rahmi imnida… slh 1 anknya dina eomma (?)
    hehehe
    nemu blog ini karena dksih tau kak dina klo d sini ad ff onyu . … hihihi

  2. Kalau ceritanya lebih panjang, rasa ‘manis’nya pasti akan jadi lebih lama terasanya. 😉
    Over all, it’s sweet. 🙂

    • terima kasih sudah mau baca n komentar ^^ rencananya akan saya buat yg versi lebih panjang *kalo ada ide, hehe*

      • Hehe, ngomong-ngomong masalah ide, sepertinya kamu cukup banyak terpengaruhi dengan ‘lingkungan’ dan ‘suasana’ korea ya. 😉

        Pemilihan kata Oppa dan settingnya terlihat.

        Well. That’s cool somehow. 😀

      • Iya ^^ kebetulan akhir2 ini saya lebih sering nulis cerita dengan setting korea gitu ^^
        Ada masukan dari segi penulisan dan eksplorasi? Jika berkenan, mohon komennya di tulisan saya yg lain ya ^^
        thanks a lot ^^

      • Hihi. Yang pasti, inspirasi sebenarnya bisa datang dari mana saja. Bermain-main dengan sudut pandang dan setting pasti akan jauh lebih membuat gaya menulis kita menjadi lebihmenarik lagi. 😉

Komentar ditutup.