20 Steps to Lilac

Terkadang kita melupakan apa yang paling kita inginkan. Membiarkan diri kita terjatuh dalam rutinitas. Terkadang kita melupakan hal-hal kecil yang pernah menjadi berharga. Letak jam pasir yang tidak lagi berada di samping vas bunga, atau toko di seberang rumah yang telah berubah menjadi sebuah dance studio. Dan, ketika kita dikejar waktu, semua itu perlahan-lahan muncul kembali. Satu persatu menguap ke permukaan. Seperti sebuah batu yang kehilangan massa. Mengapung, terombang-ambing dan menunggu kemungkinan ada yang mengambil batu itu.

Baca lebih lanjut

Of Letters and You (for @889192_)

surongof letters and you by violetkecil

Apakah sebuah senyuman lebar dan tawa riang menandakan bahwa kamu bahagia? Apakah tangis menandakan kesedihan? Aku tidak bisa menjawabnya jika kamu menanyakan itu. Aku justru ingin bertanya padamu, bagaimana rasanya tertawa lepas? Bagaimana rasanya menangis? Aku tidak pernah bisa melakukan dua hal itu. Karena jantungku akan berhenti berdetak jika aku melakukannya. Jangan menatapku dengan pandangan aneh. Kalimat itu tidak berlebihan Dan, tentu bukan karena aku tidak memiliki perasaan. Aku hanya tidak bisa. Atau lebih tepatnya aku tidak boleh, walaupun aku ingin.
Hei, ini mungkin terdengar aneh, tapi maukah kau tersenyum setelah membaca ini? Baca lebih lanjut

[WIP] I will forget tomorrow

I will forget tomorrow…

a story by violetkecil

Salju turun perlahan. Dingin dan beku. Jalanan tampak sunyi, hanya beberapa pasang kaki yang melewati jalan di depan gedung apartemen. Langkah-langkah kaki yang tampak terburu-buru ingin menghindari udara dingin dan meninggalkan jejak di atas salju tipis. Dari kejauhan, sinar lampu terlihat kontras dengan gelapnya malam. Berkerlip riang membawa sinar di antara gelap. Baca lebih lanjut